Anjing Ras dan Keluarannya 6

Senin, 1 Feb '10 08:10

Mohon maaf sebelumnya bagi anda yang memiliki atau sebagai penggemar dan penyayang anjing ras. Sebab ini masalah yang cukup sensitive dan bisa menjadi masalah yang sangat besar, tinggal dari sudut mana kita memandangnya.

Keputusan untuk memelihara anjing ras saya yakin merupakan keputusan yang sangat berharga, mengingat harga anjing ras yang tidak murah, belum lagi untuk keperluan makanannya, kebersihannya yang membutuhkan biaya ke Salon untuk mandi dan keramas, dan pawang yang bertindak sebagai pelatih dan pengasuhnya juga tidak murah bayarannya.

Salah satu kegiatan yang harus diberikan kepada Anjing Mahal tersebut adalah Olah Raga, kegiatan ini biasanya dilakukan di pagi hari, mengajak Sang Anjing kesayangan untuk bisa keluar rumah pasti akan menyenangkan sang anjing, biasanya malah si Pemilik Anjing sendiri yang mengajaknya berjalan-jalan sambil berlari-lari kecil memegangi tali kendali. Semakin mahal harga sang Anjing maka semakin bangga sang pemilik memamerkan kehebatan sang Anjing.

Sebetulnya bagi yang tidak memiliki Anjing mahal, bisa melihat pemandangan seperti itu akan menyenangkan juga, yang bisa berubah jadi jengkel dan sakit hati adalah jika Sang Anjing tiba-tiba berhenti di depan rumah kita kemudian menganggkat satu kakinya dan mengencingi property kita, semakin memuncak kemarahan kita jika Sang Anjing Jongkok dan melendingkan isi perutnya tanpa malu-malu. Yang lebih hebatnya Sang Pemilik seakan-akan memang mengharapkan Sang Anjing melakukan aktifitas itu.

Kemarahan kita sebetulnya tidaklah pantas kalau ditujukan kepada sang Anjing, secara memang anjing kepalanya kan isinya Cuma sedikit, sehingga tata krama berbuang air kecil dan besar tak dapat kita harapkan tumbuh dengan sendirinya. Lha kalau yang membawa kendalinya kan maaf manusia seperti kita juga, dan dirumahnya pasti memiliki kamar mandi dan WC yang mungkin lebih bagus dari milik kita. Terus kalau kemudian Anjingnya dibiarkan untuk berbuat tidak senonoh seperti itu di depan rumah orang lain pantasnya si pemilik Anjing diapakan ya?.

Keadaan seperti ini memang sudah menjadi pembicaraan panas oleh Ibu-Ibu diwilayah RT.01/RW.04, kelurahan Karang Tempel Semarang. Bahkan salah seorang Ibu pernah mencoba membuntuti sang pemilik anjing untuk mengetahui dimana rumahnya, dan kalau anjingnya bertelor di depan rumahnya, telor itu akan dia bungkus dengan Tas kresek dan akan dia lempar ke pintu sang pemilik anjing.

Ada yang sudah menyediakan sebuah batu bata, untuk siap-siap jika sang Anjing jongkok kemudian mengeluarkan isi perutnya di depan rumahnya, sang anjing akan dilempar batu bata, syukur-syukur sang pemilik ada di dekat situ sehingga tahu perbuatannya, bukan hanya itu, Si Ibu yang sudah memendam kesal akan menyuruh sang pemilik Anjing untuk membawa pulang telor yang masih hangat itu kerumahnya sendiri, dan mengultimatumnya agar jangan berani sekali lagi untuk memberikan hadiah granat yang sangat mengerikan dan menjijikkan tersebut, pantang dia menerima hadiah seperti itu, karena dia masih memiliki anak-anak yang masih Balita dan dia tidak mau anaknya akan menjadi sakit karena masalah itu.

Saya sendiri sebetulnya juga sudah sangat jengkel menghadapi masalah tersebut, malah lebih jengkel dibandingkan kalau melihat tayangan Bank Century di Televisi, bayangkan, di depan rumah kan ada taman kecil yang setiap hari dibersihkan, disapu bahkan dipasangi Bandulan untuk bermain cucu-cucu dan anak-anak tetangga. Disana juga tumbuh 5 pohon Glodokan yang ditanam saat pencanangan sejuta pohon Rotary beberapa tahun yang lalu. Nah kalau kemudian ada Anjing yang mengencingi pohon tersebut atau menelori pohon tersebut siapa yang nggak NGGONDOK?. Waktu saya melihat hal itu langsung saja saya PARANI sang pawang, saya kata-katai dan saya beri nasehat, kalau mau mengajak Sang Anjing Jalan-jalan supaya Anjingnya disuruh PIS dan PUP dulu di rumah, jangan boleh PIS dan PUP di Rumah orang lain, selain itu tidak sopan itu mengganggu kebersihan rumah orang lain, kalau sampai cucu saya sakit karena terhirup kotoran Anjingnya memangnya dia mau ngobatin, enak aja buang BOOM sembarangan!!.

Rupanya sang Pawang agak ngeper juga setelah mendengarkan kotbah saya yang panjang kali lebar, karena setelah itu dia tidak pernah lewat di depan rumah saya lagi, tidak hilang akal sang pawang tetap saja mengajak jalan sang anjing disekitar rumah saya, Cuma dia lewat jalan belakang mengitari Taman Nias Raya, nah ini yang bikin para ibu-ibu RT belakang pada geram, sampai ada yang menyiapkan batu bata dan tas kresek segala.

Dalam Rapat Pleno PKK RT.01 / RW.04 masalah Anjing ini dibahas oleh Ibu-Ibu, dan terjadi kesepakatan bahwa RT.01/RW04 karang Tempel wilayahnya HARAM untuk DIKENCINGI dan DIBERAKI para Anjing. Hal ini mengingat banyaknya anak kecil yang bermain di sekitar lapangan. Soal bagaimana peraturan itu akan ditegakkan memang masih ada beberapa pendapat yang tidak sama.

Ada yang mengusulkan seperti: Anjing boleh lewat tapi nggak boleh kencing dan Berak, kalau ketahuan harus mencuci tempat yang dikencingi dan mengambil telor yang sudah terlanjur keluar. Ada yang ndak mau pusing pokoknya kalau ada anjing lewat akan dilempar batu saja, biar kapok sehingga tidak mau lewat depan rumahnya lagi.

Ada yang mengusulkan agar diberi tulisan : YANG KENCING DISINI ADALAH ANJING, langsung saja diprotes semua yang hadir karena tulisan itu justru memperbolehkan anjing untuk kencing disitu, gimana sih?.

Yang jelas ada kesepakatan bahwa masalah anjing dan keluarannya itu harus dibawa sampai Forum PKK. RW. Kelurahan, Kecamatan, Kota Madya, dan kalau bisa sampai jadi masalah Nasional.

Walah…. Walah…. Bisa nggak ya? Atau ada yang mau ikutan?


Tag: kebersihan lingkungan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

maknyos 0 0
setuju yu...harusnya ada PERDA dari Pemkot Semarang, tapi semuanya kembali lagi ke si pemilik gukguk....moralnya harus bisa menghargai properti milik orang lain : )
ica_indo 0 0
Iya...GuG musti di latih...musti di latih...agar lebih sopan : )
yu kunyil 0 0
yang dilatih sopan santun kayaknya bukan GuGnya to, tapi yang memegang tali kendalinya. sebab kelihatannya memang ada kesengajaan dari para pemilik GuG untuk membawa Si GuG keluar rumah agar supaya BERTELOR di luar rumahnya. sambil diajak jalan-jalan. sebab kalau si GuG bersiap untuk JONGKOK si pemilik akan dengan setia menunggunya, sampai si GuG selesai mengeluarkan GRANATnya, atau mengosong kan isi kandung kencingnya. setelah selesai mereka berlari-lari dengan gembira meninggalkan bau dan penyakit.
maknyos 0 0
yu kunyil: dulu pernah tinggal di daerah tanah mas yang banyak GuG nya juga sprt itu tingkah lakunya. Alhamdulillah sekarang sudah pindah di daerah yang tidak ada GuG nya
lakone 0 0
apa perlu di sangoni pispot si gukguk nya? : D
yu kunyil 0 0
Di Negara yang sudah maju peradabannya, mengajak anjing kesayangan berjalan-jalan adalah sebuah kewajiban untuk menjaga kesehatan si GuG. biasanya mereka ajak ke taman untuk bermain-main, atau berlari-lari kecil mengitari lingkungan tempat tinggal mereka. dan mereka selalu menyiapkan kantung plastik untuk menjadi tempat seandainya si GuG kesayangan bertelor di jalan dan akan dibuang ditempat yang semestinya. bagaimanapun juga Isi perut si Gug yang sudah dikeluarkan adalah kotoran yang bisa mencemari lingkungan.

saya pernah melihat seorang Bapak yang sedang mengajak Binatang piaraannya berjalan-jalan sambil membawa serok kecil, dan kalau si GuG berhenti untuk mengeluarkan BOMnya, beliau segera menyeroknya dan membuang ke Got, sebetulnya saya kurang setuju dengan hal ini sebab kotoran si GuG akan mencemari Got tersebut, walaupun itu masih lumayan dibanding yang membiarkan saja Si GuG menaburkan granatnya dimana-mana, kalau terinjak siapa yang nggak akan meletus mulutnya?

Silahkan login untuk memberikan pendapat